BACA JUGA:Tersangka Terorisme Munarman Segera Disidang, Pengacara: Kami Tahu Info Itu, Tapi...
Koordinasi persiapan pengamanan ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Luar Negeri.
Hal ini ditegaskan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI, Laksamana Madya TNI, Erwin S. Aldedharma.
Ia menekankan bahwa meskipun ancaman terorisme selalu ada, namun berdasarkan situasi terkini, ancaman tersebut masih dalam batas yang bisa ditolerir dan diantisipasi.
Pembagian pengamanan telah diatur dalam tiga ring. Ring 1 adalah yang paling ketat, diperuntukkan bagi delegasi VVIP.
BACA JUGA:Link Penghasil Uang Saldo Dana dan Paypal
Sedangkan Ring 2 dan Ring 3 mengamankan area-area tertentu, serta daerah penyangga yang berdekatan dengan Jakarta.
Pengalaman Indonesia dalam menyelenggarakan event internasional sebelumnya, seperti KTT G20 di Bali tahun 2022, menjadi acuan dalam menyiapkan standar keamanan untuk kegiatan ini.
Tidak hanya fokus pada pengamanan fisik, TNI juga berkoordinasi dengan Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam pengamanan di ranah siber.
Komunikasi intens juga dilakukan dengan aparat keamanan negara tamu.
Mengacu pada pengalaman KTT G20 di Bali, tidak ada perubahan signifikan dalam rencana pengamanan KTT ke-43 ASEAN.
BACA JUGA:Lagi, Densus 88 Antiteror Tangkap 4 Anggota JI di Lampung
Namun, pihak penyelenggara memperhatikan aspek-aspek tertentu, seperti ketibaan delegasi dan keberangkatan kendaraan, serta perlengkapan medis darurat.
Sebagai langkah pencegahan, ambulans mini ICU telah disiapkan untuk setiap delegasi VVIP.
Beberapa rumah sakit rujukan juga telah disiapkan sebagai langkah antisipasi jika kondisi kesehatan delegasi memburuk.
Laksamana Madya TNI, Erwin S. Aldedharma berharap kerja sama dari semua pihak, khususnya masyarakat, untuk mendukung penyelenggaraan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta.