OKES. NEWS- Puasa dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dalam kondisi normal, organ seperti hati, ginjal, dan limpa bekerja setiap hari untuk menyaring serta menetralkan zat berbahaya agar sel tubuh tetap berfungsi optimal.
Saat berpuasa, tubuh tidak menerima tambahan zat dari makanan, sehingga memberi kesempatan sistem detoksifikasi alami bekerja lebih efisien. Hal ini juga pernah dijelaskan oleh David Katz, Direktur Yale-Griffin Prevention Research Center.
Dampak Puasa bagi Kesehatan Jangka Panjang
Secara umum, puasa berkontribusi pada kesehatan jantung, membantu mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula darah, serta mendukung penurunan berat badan. Namun, manfaat terhadap fungsi ginjal tidak terlalu signifikan.
Beberapa penelitian menunjukkan puasa total dapat menurunkan fungsi ginjal secara ringan, tetapi masih dalam batas normal. Efek positif puasa lebih banyak berkaitan dengan berkurangnya stres oksidatif, penurunan berat badan, dan perbaikan tekanan darah.
BACA JUGA:Manfaat Puasa yang Jarang Disadari, dari Metabolisme hingga Otak
BACA JUGA:Puasa Tetap Gerak: Kebiasaan Kecil yang Bikin Energi Terjaga
Pentingnya Hidrasi untuk Ginjal
Kesehatan ginjal sangat bergantung pada kecukupan cairan. Air membantu tubuh membuang natrium dan zat sisa metabolisme. Bagi kebanyakan orang, kebutuhan cairan harian sekitar 1,5–2 liter atau lebih, tergantung kondisi tubuh dan aktivitas.
Asupan cairan yang cukup juga membantu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal, meski pada penderita gangguan ginjal jumlah cairan biasanya perlu diatur sesuai anjuran medis.
Puasa dan Risiko Penyakit Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan hubungan positif antara puasa dan kesehatan jantung. Dalam sebuah studi observasional, orang yang berpuasa secara rutin memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak berpuasa, setelah memperhitungkan faktor risiko lain seperti usia dan kebiasaan merokok.
Pengaruh Puasa terhadap Gula Darah dan Hormon
Puasa juga berdampak pada metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH) setelah periode puasa.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah! Ini Pola Makan yang Bisa Mengurangi Manfaat Puasa