Hindari Langsung Makan Nasi Saat Berbuka, Ini Alasannya
Ilustrasi Makan Nasi Saat Berbuka -istock-
OKES. NEWS- Momen berbuka puasa selalu menjadi waktu yang paling dinanti setelah menahan lapar dan haus seharian. Tidak heran jika banyak orang langsung ingin menyantap makanan berat seperti nasi atau lauk lengkap.
Padahal, cara berbuka yang kurang tepat bisa memicu berbagai keluhan kesehatan. Tujuan utama berbuka sebenarnya adalah mengembalikan energi secara bertahap, bukan langsung mengisi perut dalam jumlah besar. Karena itu, penting memperhatikan jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi.
Mengapa Sebaiknya Tidak Langsung Makan Berat?
Langsung makan dalam porsi besar memang tidak dilarang, tetapi ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari.
1. Membebani sistem pencernaan
Setelah beristirahat selama berjam-jam, lambung membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali. Makan dalam jumlah besar dapat membuat pencernaan bekerja terlalu keras dan memicu keluhan seperti perut tidak nyaman, nyeri, hingga gangguan asam lambung.
BACA JUGA:Panduan Minum Air yang Benar agar Puasa Tetap Bertenaga
BACA JUGA:Berbuka dengan Junk Food? Kenali Dampaknya bagi Tubuh Sebelum Terlamba
2. Lonjakan gula darah
Makanan berat, terutama yang tinggi karbohidrat, dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti pusing, mual, atau rasa tidak enak badan.
3. Memicu rasa kantuk
Proses pencernaan makanan berat membutuhkan energi lebih banyak. Selain itu, perubahan kadar gula darah juga dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk setelah makan.
4. Membuat cepat lapar kembali
Lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis dapat membuat tubuh kembali merasa lapar, meskipun baru saja makan dalam jumlah banyak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: