Kolak Pisang Favorit Takjil, Berapa Kalorinya dan Bagaimana Cara Menikmatinya dengan Bijak?
Ilustrasi Kolak Pisang Favorit Takjil -shutterstock-
OKES. NEWS- Kolak pisang merupakan salah satu hidangan yang hampir selalu hadir saat Ramadan. Rasanya yang manis dan hangat membuatnya menjadi pilihan tepat untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Namun, banyak orang belum mengetahui berapa sebenarnya kandungan kalori dalam seporsi kolak pisang.
Secara umum, kolak dibuat dari santan, gula merah, pisang, serta tambahan ubi atau kolang-kaling. Dalam takaran sekitar 100 gram, kolak pisang mengandung kurang lebih 163 kalori. Komposisi kalorinya didominasi lemak dan karbohidrat, dengan sedikit protein serta serat dan gula alami dari bahan-bahannya.
Kandungan Nutrisi yang Bermanfaat
Bahan utama kolak, yaitu pisang, memiliki beragam nutrisi penting seperti vitamin B, vitamin C, vitamin A, kalium, serat, serta sejumlah mineral seperti magnesium dan zat besi. Konsumsi pisang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, melancarkan sirkulasi darah, serta mendukung kesehatan mata.
Selain itu, kolang-kaling yang sering menjadi pelengkap kolak juga memiliki manfaat tersendiri. Bahan ini dikenal dapat membantu pencernaan, menjaga kesehatan tulang, serta mengandung berbagai vitamin dan karbohidrat yang memberi energi.
BACA JUGA:Bolehkah Berbuka dengan Kolak? Ini Manfaat dan Tips Konsumsi yang Lebih Sehat
BACA JUGA:Resep Kolak Ubi Anti Gagal, Takjil Klasik dengan Manfaat Kesehatan
Mengapa Kolak Pisang Cepat Mengenyangkan?
Kandungan energi yang cukup tinggi membuat kolak pisang mampu memberi rasa kenyang lebih cepat. Karena itu, makanan ini sering dijadikan takjil utama. Namun, jika kamu sudah menyiapkan banyak menu berbuka, sebaiknya konsumsi kolak dalam porsi kecil atau setelah makanan lain agar tidak terlalu penuh.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Walaupun memiliki manfaat, kolak pisang tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Kandungan gula yang cukup tinggi dapat memicu lonjakan gula darah jika dimakan berlebihan.
Selain itu, penggunaan santan yang cukup banyak juga berpotensi meningkatkan asupan lemak jenuh yang berpengaruh pada kadar kolesterol.
Untuk pilihan yang lebih sehat, kamu bisa membuat kolak sendiri dengan mengurangi gula dan santan. Jika membeli di luar atau saat acara berbuka bersama, ambil porsi secukupnya agar tetap bisa menikmati tanpa khawatir berlebihan.
BACA JUGA:Resep Kolak Biji Salak Legit dengan Kuah Santan Gurih Untuk Buka Puasa
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: