Ada Satwa Liar yang Bisa Dinikmati Pengguna Jalan di Ruas Tol Sibanceh, Sigli-Banda Aceh

Tol Sibancah: Sigli-Banda Aceh, di bawah ruas tol tersebut akan dibuar terowongan untuk lintasa pelestarian satwa liar. Salah satunya satwa gajah Sumatera. --
Bagaimana progress dari tol Sigli Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum?
Dikutip dari youtube, Sahabat Tama, saat ini progres pengadaan lahan mencapai 77, 62 persen. Sedangkan progres konstruksinya sampai dengan Mei kemarnin mencapai 63,68 persen.
Ruas tol ini nampak indah, kanan kiri terlihat bukit terjal yang hijau masih perawan. Namun terlihat sejumlah daerah atau lahan yang belum bisa dibebaskan.
Dijelaskan bahwa PT Hutama Karya (Persero) bertanggung jawab atas pengelolaan ruas Tol Sibanceh yang terdiri dari enam seksi.
Saat ini, tiga seksi telah beroperasi, sementara seksi lainnya masih dalam proses pembangunan. Seksi 1 merupakan seksi terpanjang dan membelah hutan lindung kawasan Seulawah dan Ulu Masen.
BACA JUGA:Gratis, Akses Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 5-6 Mulai Dinikmati di Aceh
Dalam proses pembangunan tersebut, Hutama Karya telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh untuk menjaga habitat satwa liar yang ada di kawasan tersebut.
Sebagai respon terhadap permintaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hutama Karya membangun jalur perlintasan satwa liar, termasuk jalur untuk hewan mamalia seperti gajah, hewan reptil, dan hewan jenis primata.
Jalur perlintasan untuk hewan mamalia seperti gajah terdapat di kilometer 13 dengan menggunakan terowongan khusus.
Terdapat juga jalur perlintasan untuk hewan primata seperti orangutan di kilometer 11 dan kilometer 12 yang berupa tali dan jaring pengaman di atas ruas jalan tol.
Untuk hewan reptil, dibangun 14 titik terowongan khusus di bawah jalan tol yang dapat dilintasi oleh berbagai jenis hewan reptil.
Pembangunan jalur perlintasan satwa liar ini telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Tujuan dari pembangunan ini adalah memberikan ruang gerak bagi satwa liar agar tetap dapat beraktivitas di kawasan hutan lindung tanpa terganggu oleh pembangunan Tol Sibanceh.
BACA JUGA:Dahlan Iskan: Jalan Tol Pengaruhi Ekonomi OKU
Selain itu, BKSDA Aceh juga akan menanam tanaman yang disukai oleh gajah di sekitar terowongan untuk mencegah gajah keluar dari jalur yang telah disediakan. Pagar kejut listrik juga akan dipasang untuk menghalangi gajah keluar dari kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: