Inilah Wasiat Mbah Ma'roef Kedunglo Sebelum Wafat, dan Sholawat Ini Diamalkan Jemaah Hingga Kini

Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah di Pondok Kedunglo, 6 Agustus 2023. Foto: live youtube Kedunglo--
Beliau juga memberi petunjuk mengenai akan munculnya sebuah shalawat dari Pondok Kedunglo, tempat dia berasal.
Wasiat ini membawa harapan dan inspirasi kepada banyak orang, mengingatkan bahwa kebaikan akan selalu tumbuh dalam setiap tantangan.
Tahun-tahun berlalu setelah kewafatan Mbah Ma'roef, dan pada tahun 1962, tujuh tahun setelah wafatnya, shalawat yang dinantikan yaitu Sholawat Wahidiyah lahir.
Ini adalah bukti nyata dari kebijaksanaan dan visi beliau.
Keluarga dan pengikutnya langsung mengamalkan shalawat ini sebagai tindakan konkret menghormati wasiat sang guru spiritual.
Dan malam ini Minggu 6 Agustus 2023 ribuan orang berkumpul di Pondok Kedunglo, pondok yang didirikan olej Mbah Ma'roef.
Reibuan orang ini hadir mengikuti Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah.
Saat ini pengasuh Pondok dan Perjuangan Wahidiyah adalah generasi berikutnya, cucu dari Ronmo KH Abdul Madjid Ma'roef. Bernama Kanjeng Kiai Abdul Majid Ali Fikri RA.
Wasiat Mbah Ma'roef mengajarkan tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai agama dengan sepenuh hati, dan bahwa harapan-harapan baik akan terwujud meskipun dalam tantangan.
Kanjeng Kiai Abdul Majid Ali Fikri RA Pengasuh Ponpes Kedunglo yang juga Pengasuh Perjuangan Wahidiyah. Foto: Tangkapan Live Kedunglo --
Sejarah dan warisan beliau menjadi sumber inspirasi bagi generasi-generasi mendatang untuk hidup dengan penuh rasa syukur, kebijaksanaan, dan cinta kepada Tuhan serta sesama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: